Masak Berjamaah

Mungkin benar, apa apa yang berjamaah dapat lebih banyak hikmah dan berkah. Gak cuman perkara sholat, masak pun bisa jadi demikian. Masih menyoal liburan kemarin (owh maafkan karena masih belum move on dari masa pakasiyong ini 🙂 ). Saya baru sadar banyak senyum ketika ada di tengah momen memasak bersama nenek di Bandung dan dengan mama serta uwa di Tasik.

Rasanya seperti anak gadis tempo dulu yang ditempa di dapur sedemikian rupa agar kelak bisa melayani perut keluarga dengan baik. Tsaaaaahhh. Sekali kali merasa jadi gadis lagi boleh lah ya :p

Bagaimana nenek masih saja menepuk tangan saya yang berkacak pinggang saat tangan satunya sedang menggoreng. Hahaha, saya emang bengal. Atau ketika jari telunjuk ditekuk tak semestinya saat mengulek sambel yang diikuti gelengan kepala nenek. Saya cengengesan.

Tak ada yang berubah rasanya. Nenek yang memilih diam saat mengajari masak dan berkata “lihat dan hapalkan” saat saya bertanya ini-itu. Namun, sejago apapun  saya dalam urusan menghapal, para bumbu dan kekawannya memilih berkolaborasi lebih ciamik dan maknyus di tangan nenek. Nasib tangan pengetik bukan pemasak kaya saya ini cuma bisa iri. Hihihi.

Di Tasik, masak dengan mama dan uwa punya budaya yang beda. Namun sama-sama tak ada yang beda. Cuma kulit yang pada lebih keriput dan saya yang udah punya “buntut”.

Isi dapur tak sekadar minyak yang sibuk menggoreng dan pisau yang mengiris racik bumbu enak, tapi juga gosip terkini dari anggota keluarga. Nyiahahahha. Sayangnya momen-momen masak berjamaah Ini gak sempet diabadikan. Tangan lagi sok sokan belepotan adonan dan ngiris-ngiris soalnya. Caelaaaahhh :d

Dapur bukan hanya panas dengan asap dan hawa penggorengan, namun hati saya menghangat dengan kebersamaan. Ada semacam pelajaran perkara kewanitaan yang diturunkan dalam kegiatan masak berjamaah ini. 

Kelak saya juga ingin mengajak Air main ke dapur lebih sering. Sekarang Air seneng join ketimprunga  di dapur sama saya hanya kalau bikin kudapan sore. Selebihnya kalau masak makanan berat apalagi yang harus ada agenda iris bawang wah dia sih kabur menjauh. Meh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s