Liburan Rasa Kampung

Sebenarnya yang liburan sih Air. Saya cuma kecipratan aja. Selepas resign, jadwal jadi ngikutin anak kriwil ini. Mungkin istilah yang lebih tepat buat saya adalah libur masak sendiri dan beberes rumah nyiahahahha.

Selama 12 hari saya dan Air melancong (halah) ke Bandung (Cimahi) dan Indihiang (Tasik). Dua tanah Sunda yang bersejarah caelah 🙂 Yang pertama kota kelahiran saya dan yang terakhir disebut adalah hometown mama.

Biasa hidup di lingkungan urban dan dilingkupi budaya Betawi atau Bekasi, berinteraksi terus-terusan dengan urang Sunda terasa semacam pintu Doraemon yang mengantarkan saya pada masa kecil.

Gak jarang saya jadi norak sendiri. Disapa oleh keramahan orang Cimahi mulai dari keluarga sampai sopir angkot membuat saya merasa ya ampun aku kok ternyata jadi judes Hahaha. Maklumlah, Ibu Kota keras, Jenderal. 😀

Hal menarik lainnya adalah volume suara. Mungkin kota besar adalah kota yang berisik. Karena tanpa sadar saya bicara dengan frekuensi suara yang lebih tinggi dibandingkan orang Bandung. Cowong, kalo kata mereka. Istilah untuk orang yang ngomong kenceng banget kaya monyet tereak-tereak di hutan. Ajaibnya, saya cuma misuh-misuh pelan aja kedengeran, lho. Ishhhh…selain bicara halus dan pelan, ternyata orang Parahiangan ini
sensitif banget pendengarannya. Saya jadi merasa sudah bukan bagian dari urang Bandung. 😀

Beda dengan di Tasik, keluarga di sini lebih menggunakan tingkat bahasa Sunda yang lebih kasar. Karena di Bandung biasa pake bahasa yang lebih halus, di Tasik saya jadi agak kagok pada awalnya. Lama-lama terbiasa. Tapi jangan sampai aja bahasa beginian dilontarkan di Bandung, hasilnya satu: dipelototin nenek. Udah cowong, kasar pula. Siap dilempar ke terminal :p

Untungnya rute liburan kali ini Pondok Gede-Bandung-Tasik. Ini semacam gradasi dari kota ke desa. Makin ke Tasik pola hidupnya makin ‘mendesa’. Di Cimahi, walau masih ada sawah di kanan-kiri, masih terasa kota karena masyarakat di situ sudah konsumtif. Belum lagi mall sudah banyak dan area perkantoran udah  kota banget. Walau gitu, kearifan budaya Sunda lebih terasa.

Di Tasik, khususnya Indihiang. Rumah-rumah saudara yang saya kunjungi masih banyak yang mendapatkan kepuasan dengan beternak ayam, bebek, burung, dan sebagainya. Belum lagi mereka senang bercocok tanam. Makanya lucu waktu malam tahun baru, kerabat yang datang sibuk bawa pisang, pepaya, salak, ayam kampung, bebek potong, dan hasil bumi lainnya.

Kalau ditilik dari segi pola pikir, orang kampung itu sederhana sekali. Yang penting bisa hidup dengan bahagia hari itu. Makan cukup, kerja cukup, tidur cukup, main cukup. Kompleksitas pikiran orang kota gak laku di sini. Hati lebih penuh dan hangat rasanya. Apalagi kekeluargaan di sini mantap sekali. Butuh apa, ada yang bantu. Pengen apa, kalo ada yang punya langsung dikasiin. Di Bekasi kalo butuh apa, tinggal bayar. Pengen apa, tinggal bayar juga. Hahahaha.

Selama di Cimahi dan Indihiang saya dan Air tidur jam 9 atau 10 dan bangun lebih pagi. Makan teratur dan gerak tubuh lebih banyak. Gak heran kalo berat badan saya naik 2 kg. Yaiyyy! Dan Air turun 1 kg jadi lebih slim karena lebih banyak bergerak. Balance life, happy life ya.

Cuma ya itu, ciri khas budaya non-urban adalah kepo. Mungkin karena masalah keluarga dianggap masalah bersama. Atau masalah warga adalah masalah kita juga. Jadi tiap orang merasa berhak ikut masuk dalam apapun yang terjadi sama kita. Ini maksudnya baik memang. Cuma karena terbiasa berjibaku di kota yang menghormati privacy (baca: individualistis) jadi perkara kepo ini agak well ganggu.

Tapi over all, Air dan saya seneng banget sama liburan kali ini. Alhamdulillah. Makasih ya buat semua keluarga yang support dan menampung kami selama 12 hari ini. Mmmmuuaaah :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s