M.A.A.F

i-am-sorry-forgive-me-ideaYa, dalam hal ini saya mainstream. Saya ingin ikut-ikutan memohonkan maaf. Anggap saja momen jelang Ramadhan membuat banyak lebih hati terbuka untuk menggelontorkan ampunan bagi siapa saja yang memintanya. Dan saya mau berada di dalamnya. Saya ingin meminta maaf.

Untuk setiap kata yang keliru terucap, kalimat yang berlebihan untuk disimak, ucapan yang kasar, dusta, serta  sinis.

Untuk setiap janji yang diingkari, utang yang belum terlunasi, harapan yang tak saya penuhi, kesepakatan yang lalai dijalani, serta rencana-rencana yang tak teguh saya wujudkan.

Untuk setiap hati yang mungkin pernah saya sakiti, abaikan, sudutkan, khianati, rendahkan, dan sikap yang tak menyenangkan lainnya.

Untuk setiap perilaku saya yang kurang santun, tergesa-gesa, keliru, mengedepankan ego, dan tak berkenan lainnya.

Untuk setiap sikap saya yang mendekatkan pada keburukan, berprasangka buruk, lalai dari tanggung jawab, serta tak layak dicontoh.

Dari lubuk hati yang paling dalam, dengan menundukkan kepala dan hati, saya memohonkan maafnya untuk itu semua, ya. Bagi semua orangtua, mertua, keluarga, sahabat, rekan, dan siapa pun yang pernah merasakan hal-hal di atas, semoga berkenan memberikan maafnya. Semoga kebaikan memaafkan menjadi berkah untuk kalian semua berserta keluarga.

Seperti kata Jon Krakauer “When you forgive, you love. And when you love, God’s light shines upon you.”

Ya, semoga maaf yang tulus diberikan mampu membuka pintu ampunan untuk kita semua dari yang Maha Kasih dan Sayang.

Aamiin…

With love,

V

 

 

 

Mari Berbincang

Dalam kemelut yang tekun bergelut
Mari kita berbincang

Dalam tanya yang tercerai dari jawab
Mari kita berbincang

Dalam luka yang tak pelak ternganga
Mari kita berbincang

Mari…

Mari kita berbincang
Dalam syahdunya pelukan

Karena dalam peluk,
ada perih yang terobati

Karena dalam peluk,
ada maaf yang terlingkupi

Karena dalam peluk,
ada rindu yang tergenapi

Karena dalam peluk,
ada kasih yang terbarui

Karena dalam peluk…
ada perbincangan tentang semesta kita
tanpa kata, tanpa aksara,
namun sarat makna