Ucapkan, Nak…

Nak, pernahkah kau melihat pengemis? Ya, banyak sekali. Mulai dari kakek tua renta, nenek buta, sampai anak seusiamu dengan badan ringkih dan baju kumal.

Tentu kau juga sering mengamati pengamen jalanan. Matamu membulat ketika melihat kakek tua memetik gitarnya. Badanmu bergoyang saat sekelompok pemuda menggenjengkan gitar dan menabuh drumnya dengan ritmis.

Kau juga pernah berinteraksi dengan anak-anak yatim piatu di panti tempo hari, bukan? Mereka begitu girang dipinjami buku-buku cerita dan bermain bersama kita dan kawan-kawan Bunda.

Ingat satu keresek baju-baju kecilmu yang kita gantungkan di pagar diambil pemulung dengan wajah riang? Ya, pasti kau ingat. Karena semalaman mukamu merengut. Baju kecil yang kau sayangi harus berpindah tangan karena sudah tak bisa lagi kau pakai. Dan wajahmu sontak berubah senyum seiring riangnya wajah pemulung.

Bunda juga tak lupa ekspresimu ketika harus memberikan satu sepatu yang masih cukup bagus karena dirimu diberikan sepatu baru oleh Ayah. Kita mengikuti jalan sufi, Nak. Jika kita diberi rezeki, maka kita perlu mengeluarkan rezeki yang kita miliki. Rezeki itu bahasa kasih Tuhanmu. Biarkan itu tetap mengalir. Karena aliran itu yang akan memberi cahaya pada hatimu.

Gurumu di sekolah mengajari untuk mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu oleh siapapun. Itu benar dan baik.

Namun yang lebih utama di sisi Tuhanmu adalah mengucap terima kasih lebih dulu dan lebih lantang ketika kau memberi.

Mungkin kau bingung, mengapa kau yang memberi justru berterima kasih?

Pengemis yang meminta-minta sebetulnya bukanlah semata-mata sedang mencari recehan dari dirimu. Dia sedang menawarkan sehasta tanah di surga.

Pengamen yang menghiburmu dengan gitar bututnya sedang memberikanmu kesempatan memiliki rumah mungil di kebun indah Tuhanmu.

Pemulung itu bukan menunggu baju dan sepatu bekasmu saja. Dia mempersilahkan taman surgawi di hadapanmu kelak.

Dan teman-temanmu tak cuma menunggu buku cerita dan games yang asyik, mereka menyuguhimu satu kursi nyaman dan indah di sebelah singgasana Tuhanmu yang kau cintai

Kau mau, Nak?

Ucapkanlah dengan lantang. Ucapkan dengan tulis dan seluruh kerendahan hatimu. Ucapkan dengan nama Tuhan dan Rasulullaah yang kau cintai…

Ucapkanlah terima kasih kala kau memberi.

With countless love,

Bunda

Advertisements