Gerbong Wanita

Ini pemandangan di commuter line yang saya naiki tadi pagi menuju Stasiun Manggarai. 

Gerbong wanita. Yang entah kenapa kok ya tone bajunya semacam janjian gitu. Biru-pink. 

Setiap melihat kerumunan perempuan yang tidak saling mengenal kaya gitu, saya sering larut dalam banyak pemikiran. 

Pagi ini, saya membayangkan bisa jadi satu atau beberapa perempuan dalam gerbong ini sedang menghadapi sesuatu yang berat sekali. Tak hanya sekadar pergulatan bulanan karena PMS. 

Apakah ada yang semalam ia digebuki suaminya sementara pagi-pagi sekali harus tetap berangkat kerja?

Apakah ada yang tidak mampu sarapan karena ia memastikan anak-anaknya berperut kenyang dahulu, ia hanya menahan lapar.

Apakah ada yang dicampakkan suaminya setelah berkali-kali disakiti?

Apakah ada yang sedang menahan lelah mengerjakan beberapa pekerjaan demi bisa membayar utang orang tua?

Siapapun itu. Semoga kalian diberi kekuatan dan hati yang tangguh.

Ada banyak cerita di gerbong ini. Yang menguap bersama angin yang direbakkan kereta. Yang mendingin diterpa putaran kipas dan AC yang berpadu-paduan. 

Wahai perempuan, kita bisa, kita kuat. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s