Tantangan yang Keteteran

Bandung, menulis, dan saat ini adalah kombinasi yang gak harmonis buat melahirkan postingan. 

Harusnya gak ada alasan sih, Vei.

Tapi…tapi…tapi….hihi. 

Memang, dulu waktu SMP dan SMA justru malah produktif nulis diary selama di Bandung. 

Itulah mengapa saya memasukkan elemen “saat ini” pada kalimat pembuka di atas. Oleh karena waktu terbatas, banyak ketemu orang yang lebih seneng bercerita. Jadi tugas saya adalah pendengar yang baik. Bukan penulis yang baik. Ya emangnya wartawan atau pelayan cafe yang bisa dan harus nulis sambil dengerin?

Kalo sekarang kaya gitu, wah saya mah bisa digebok kalik hihihi. 

Walau cape banget baru pulang dari PVJ sama Air. Tapi kita coba ya nurutin 30DaysWritingChallange. Ya bukan challange kalo gak menantang ngantuk, ya?

Advertisements

2 thoughts on “Tantangan yang Keteteran

  1. Saya pernah dapat masukan dalam menulis.. , intinya gini, nulis itu sama dengan ngomong. Jadi kalau di ibaratkan kita sebagai pembaca, sama artinya dengan pendengar yg baik. Hanya saja menulis itu perlu di perhatikan apa yg mau di tulis. Hindari sifat yg tendensius atau hujat menghujat.. Tulis saja yg baik baik dan informatif. Kalau membaca itu, sama saja, baca yg ada nilai tambah atau yg menyenangkan. Soalnya apa yg dibaca itu bakal berpengaruh ke otak dan perasaan.. iti juga knapa ngeblog menurut saya lebih baik dari sosmed..

    Pokoknya semangat terus mba.. Membaca yg menyenangkan dn mendamaikan pikiran, dan menulis hal hal yg bagus.. Semoga tantangan mba Vei teratasi dengan baik dan sukses.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s