[Day#7] Menyematkan Tinta di Tubuh Kita

Mari kita berbincang tentang tato. 

Tapi, sebelum melahap banyak aksara di artikel ini, saya minta tolong luaskan hati, taro sikap judgemental, pinggirkan fiqih dan syariat. Ih kok ngatur? Ya gapapa kan ini blog saya. 

Tiap orang, dengan segala kepercayaannya punya pendapat sendiri-sendiri tentang tato. Mulai dari terkagum-kagum, ngerasa jorok, sampe ngerasa berdosa cuma karena ngeliat tato. Boleh aja semuanya. Pilihan. 

Mari kita bicara tentang tato sebatas seni merajah tubuh dengan sebuah citra. 

Kalo dunia dan seisinya serta aturan langit mengharuskan kita semua punya satu tato. Maka tato semacam apa yang akan ditoreh di tubuh kalian?

Gimana, menarik gak tuh.

Kalo saya akan memilih tato capung. Iya capung yang dipanggil dengan kerennya sama Londo dengan dragonfly. Kenapa sik lalet cuma dipanggil “fly” tapi capung malah lebih gagah dipanggil ada naga-naganya. Padahal kaya naga juga nggak. Apa salah lalet cobak? 

Fokus, Vei.

Oke. Balik lagi ke tato. Si capung ini akan saya rajah pilihannya di: tengkuk, bahu kanan, atau pinggul tengah. 

Kecil saja. Tak perlu besar. Seukuran aslinya. 

Gak mau yang 3D. Ini tato. Bukan mau naro capung kaya beneran. 

Bagi saya, esensi tato justru ada di rasa dua dimensinya. Hitam. Tidak mau warna-warni. Sekali lagi, ini tato. Badan saya bukan buku bergambar anak-anak. 

Kenapa saya pilih capung?

Mm, utamanya karena capung di kepala saya adalah bentangan sawah yang terhampar di kampung halaman saya. Senang terbang kesana -kemari. Tapi terkadang seperti diam kokoh di ujung batabg padi. Meditasi. Sepertinya mata kami bertemu dan saling bertukar cerita tanpa bahasa. 

Capung hidup sebentar saja. Seakan dia ada sekadar untuk memberi manfaat lalu kembali. 

Iseng saya searching di laman pencari tentang makna dari tato capung. Nih, saya bagi dari http://www.tattoo-journal.com.

1. Change and the perspective of self-realization. 

2.  It signifies depth, an embodiment of change and self-understanding, and connection with the true nature of what it means to live as a human being. 

3. It means that you are interested in living life in the moment. 

4. Seeing beyond the limits of our own minds.

5. Freedom.

Well, yeah that’s me. Maybe. 

#30DaysWritingChallange

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s