[Day#3] Cium-cium dan Cinta-cintaan

tumblr_n0zm9c5twx1trfxcso1_1280

Aih, genit banget ya tema hari ini: my first love and first kiss. *blushing. Hari ketiga harusnya kemaren sik. Tapi gapapalah ya, dirapel sekarang.

First Love

Sebentar-sebentar. Apa sik sebenernya cinta pertama itu?

—-browsing-browsing—-

Owh Gosh! Nyari definisi “first love” ternyata membingungkan. Udah hampir 15 menit gak nemu satu kesepakatan definisi. Tapi, secara garis besar pokoknya pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta. Saya pake definisi ini lah ya.

Soalnya kalo sampe ada yang ngartiin cinta pertama adalah perasaan cinta yang masih dirasakan sampai sekarang dan gak terlupakan. Aih, kayaknya gak ada hahahha.

Oke.

Seorang teman satu kelas. Kelas 1 SD. Iya, kelas satu. Jangan bilang saya ganjen. Tapi ya namanya suka, emang harus punya KTP dulu? He was the smartest boy in my class. Pretty handsome. Kind of rich. Bersih, yaaaa secara anak SD negeri pan biasanya kumel-kumel yak. Hihihi.

Suatu kali, guru kelas ngadain ulangan harian. Dan entah kena sihir dewa cinta apa, ibu guru meminta dia duduk sebangku sama saya. Deg! Rasanya buku tulis pengen saya kunyah saking kaget sekaligus happy.

Alhasil? Nilai ulangan saya jeblok sodara-sodara. Sungguh kinerja otak ternyata gak cukup mengimbangi desiran hati yang menggelora. Udah mulai mual, belom?

Alasan saya menyukai utamanya karena dia pinter. Apa ya, kerasa tertantang aja gitu. Secara dunia SD saya adalah momen terbesar dalam hidup di mana pembuktian “saya ada” adalah dengan nilai rapor dan rangking 1. Tujuannya satu: agar ‘handicap’ sebagai anak korban perceraian gak selalu jadi label. Soalnya entah kenapa ortu temen-temen SD sering banget nanyain “status” saya yang dititipin di rumah neneh. Owh hellow, sinteron mungkin butuh lebih banyak disiarkan di TVRI agar berita perceraian bukan hal aneh. Hihihi.

Dan menemukan dia terasa kaya paket combo. Saya menyukainya dan juga mencintai ‘persaingan’ dalam bidang akademis. Yaaa, dianya sih gak tau kali ya. Tapi itu gak penting.

Ada beberapa kejadian konyol yang saya ingat sama dia. Halah, kata “dia” ini terasa kaya lagu Afgan gini hahahha “Dia, dia dia”. Oke stop nyanyik.

Pertama, waktu main kucing-kucingan. Saya ceritanya kejar-kejaran. Udah mulai kaya Bollywood? Trus alih-alih nepok punggungnya pas mau kena, saya malah narik dasinya. Cepret! Putus deh tuh dasi. Mukanya sukses ketampar karet dasi. Antara malu, ngerasa bersalah, tapi lucu pengen ketawa. Akhirnya tu dasi saya bawa ke rumah, jahit dengan kasih sayang dan besoknya dikembalikan. Sinih, saya tadahin muntahan kalian. Hoeek! Hahaha.

Kedua, suatu siang yang panas, kami satu kelompok poket bersihin kelas. Ceritanya di kelas 2 SD, saya sukses menggantikan dia sebagai Ketua Kelas. Wohoho! Girls power! Trus, dengan sok-sok-an saya memerintah ini-itu di atas kursi. Begitu selesai ngomong, saya lompat turun dari kursi. Eeeh, rok saya nyangkut di pentolan ujung senderan kursi. Semua ngeliat, termasuk dia. Duh, rasanya pengen pulang dan pindah sekolah. Etapi, ntar kangen ya hahahhaha.

Ketiga, saat di kelas 3 SD, orangtuanya memutuskan untuk memindahkan dia ke sekolah lain entah dengan alasan apa. Saya kaget dan sedih. Ketika mereka sudah di ruang kepala sekolah, saya lari nyamperin. Ngasihin penghapusnya yang ketinggalan di meja. Sedih.

Sejak saat itu, dunia tak lagi sama. Enggak deng, itu lebay. Sejak saat itu, saya menyukai yang lain wakakakaka. Another smart guy.

Sampai…..di suatu OSPEK saat kelas 1 SMP, di tengah lapangan sekolah saya melihat dia dengan wujud yang lebih “matang”. Ah, ketemu lagi. Senang.

Dua tahun kemudian, dia jadi pacar saya. Ini bohong wahahha. Yang bener, dia jadi pacarnya sahabat saya. Tapi saya udah biasa aja sih, soalnya punya gebetan lain dan liat sahabat seneng aja udah bahagia. Tsaaaah.

Duh Gusti, kalo postingan ini sampe kebaca sama temen SD malu banget deh. Ampuun.

First Kiss

Halah halah halah. Ini pilihan tema kok yo ngono. Aselik ni bahasan private banget. Tapi yah demi gak mau kalah dalam tantangan ini, baiklah saya jabanin.

Who is my first kiss? Ayahnya Air. Udah sekian. Gak seru ya? Wakakakak.

Gini, untuk urusan sentuhan fisik, saya emang agak “complicated”. Walaupun pas sekolah punya pacar, suka kemping bareng satu tenda, atau berduaan. Tapi physical touch gak pernah jadi menu. Bukan gak punya hormon yang mendesak-desak minta dipenuhi hasratnya sik, tapi ya suka mendadak mual aja kalo harus sampe kaya gitu.

Maaf ya, mantan-mantan. Wakakaka, my body is my right.

Oke, balik lagi ke first kiss. Lucu sih rasanya. Saya lebih sering kissing dengan jantan berbulu dan berbuntut alias kucing kesayangan ketimbang seorang makhluk bernama pria. Weird? Yeah, that’s me.

But, he said that i am a good kisser. Hahay!

#30DaysWritingsChallange

Advertisements

4 thoughts on “[Day#3] Cium-cium dan Cinta-cintaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s