Balon

image

Sering kali. Segala rupa rasa, kebahagiaan, kecemasan, harapan, dan bahkan cinta terasa bagai balon-balon. Penuh berisi gas. Saling berliuk-liuk dalam genggaman. Senantiasa waspada dalam pengawasan. Takut ia akan lepas, kempis, pecah, dan hilang.

Kemudian diajaklah balon-balon gendut itu kemanapun kaki melangkah. Mulai dari saat jalan lapang, ketika memasuki gang sempit, melintasi kerumunan, atau pun duduk sendirian di tepi lamunan.

Tersenggol, mengganggu, dan cemas tak habis-habisnya lalu menjadi akibatnya. Sesekali mengecek genggaman talinya. Terus dipegang sampai telapak basah tak karun. Berkali-kali melihat ke atas sundulan sundulan balon sambil sibuk mengatur rute jalan di tengah kerumunan. Repot benar.

Terus dilakukan…terus sampai tangan menjadi lelah. Mata kian berontak. Dan sekeliling yang terganggu berteriak.

Mungkin begitulah.

Padahal bisa jadi ada pilihan yang lebih memudahkan semuanya. Tapi tak banyak yang cukup percaya untuk melakukannya: melangitkan semuanya. Ya, melepaskan dengan sadar semua balon-balon pada kehendak semesta.

Dan lihat saja, tak ada lagi was-was. Kecewa. Dan hati yang teramat lelah.

Namun ya. Memang iya. Godaan untuk menggapai-gapaikan lengan ke langit untuk kembali menggenggam senantiasa menggairahkan. Mau mencoba?

Berjalan ringan tanpa balon-balon. Dan lihat, ada kejutan tak terbayangkan di dalamnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s