#NulisRandom2015 Hiiiyyy….Ular!

Apa binatang yang paling ditakutin? Saya dengan cepet akan jawab: BUAYA! Selain bergigi tajam dan bertenaga besar, dia bisa ngejar kita di darat dan di air. Aduh mau ke mana coba? Selain itu, saya takut dan geli sih liat binatang melata semacam ulat dan ular.

Nah, yang terakhir disebut rupanya siang tadi bertamu tiba-tiba di rumah. Jangan bayangkan rumah saya ada di tengah hutan atau rawa. Penuh pohon rindang atau semak rerumputan. Bukan, sama sekali bukan. Kebayang gak sebuah tempat bernama: Bekasi. Gersang, panas, dan gundul. Terletak dua rumah di belakang Alfamart dan gak jauh dari pusat perbelanjaan kota. Intinya, itu ular gak tau dari mana.

Ceritanya, siang tadi sahabat Air yang bernama Keysha main ke rumah. Mereka sempat duduk-duduk di sofa ruang tamu sambil sesekali selonjoran di lantai. Saat mereka sedang membawa gadget ke lantai dua, saya melihat semacam tali tambang warna hitam melingkar di kaki sofa. Saya telisik-telisik dan bertanya, sepertinya saya gak punya tambang macam itu.

Rupanya setelah didekati itu ULAR, sodara-sodara! Aih, paniknya luar biasa. Walau bukan ular dewasa, tapi aduh liat badannya yang menggeliut-geliut itu rasanya merinding disko. Badannya yang mengkilat berwarna hitam-kuning membuat para gadis kecil teriak histeris.

Jujur, saya ikutan panik. Bukan apa-apa. Walaupun saya dulu anak Pramuka, saya gak tau kalo nemu ular di rumah harus diapain. Yang saya ingat, kata guru ngaji kalau nemu ular ya harus dibunuh. Bah, gimana mau bunuh. Ngedeketin aja takutnya setengah mati.

Keysha dan Air menyarankan disiram pakai air garam. Namun itu terasa gak mungkin karena ular itu melata ke bawa kabel tablet dan beberapa gadget yang sedang dicharge. Kemudian menyelinap masuk ke bawah kasur di depan televisi.

Merasa gak bisa mengatasi, saya akhirnya keluar rumah dan meminta Bang Rahman, ojek langganan, untuk membantu. Berbekal gagang sapu dan segudang keberanian, Bang Rahman mengangkut semua barang yang aman dari ular ke atas kursi. Khawatirnya itu ular masuk ke dalam tas atau menyelinap ke dalam pouch yang berisi kabel-kabel charger. Hiiyyy.

Dan benar saja, ular itu kaget ketika kasur diangkat. Dia bergeliut panik kesana-kemari. Anak-anak saya amankan di lantai dua, sambil sesekali mengintip dari anak tangga akan tindakan heroik Bang Rahman. Saya? Naik ke atas sofa. Udah gak tau malu. Ah, bodo amat.

“Wah, ini ular berbisa. Bahaya juga. Kepalanya ada dua di ujungnya,” kata Bang Rahman sambil memasukkan ular ke dalam plastik.

Hah? Kepala dua? Ah, sudahlah.

Selepas Bang Rahman keluar dengan ular di dalam plastik yang sibuk menggigiti si plastik, saya dan anak-anak terduduk lemas. Siyoook!

Rumah saya emang suka dimasuki tikus, kecoa, bahkan ikan kecil-kecil sewaktu banjir sih. Tapi ular? Aduh, BIG NO NO. Ngeri banget. Moga semua ular di duna ini kapok ya masuk rumah saya. Nanti dibasmi Bang Rahman loh, ular. Maennya ke hutan aja ya. πŸ˜€

Advertisements

2 thoughts on “#NulisRandom2015 Hiiiyyy….Ular!

  1. yaah, knp dibunuh? ia bukannya hanya berteduh dari panas teriknya bekasi, atau mungkin sarangnya terlelap banjir? mungkin bisa sekedar dipindahkan, atau diarahkan ke habitatnya, atau diserahkan ke animal care (kayak ada aja di indonesia?) mungkinkah ia ular belang terakhir? *jadi lebay* Let’s save our nature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s