[Cerita Pulau] Pagi yang (Tidak) Sempurna

Oke. Jargon hari ini adalah “Sempurna? Muke lo jauh”. Alarm hape jam 3.30 am sukses membelah mimpi yang entah apa. Yang jelas, ada mimpi yang lebih menggiurkan untuk diajak jadi kenyataan: ketemu pantai dan maen air asin. Yaiy!

Setelah packing semalem, dua tas siap diajak nemplok di punggung. Packing bareng Air kali ini lumayan seru.

Idealnya: packing selesai jam 7 trus bobo cantik dan bangun sebelum shubuh.

Kenyataan: selesai jam 10.30 PM sambil nguap-nguap.

Idealnya: Air menulis barang bawaannya sendiri lalu memasukinya ke dalam tas sambil bersiul-siul.

Kenyataannya: list bawaan aku yang nulis, dia milih baju doang trus masukin ke tas sambil terkantuk-kantuk.

Idealnya: malam sebelom berangkat penginapan dan kapal buat snorkeling udah fix.

Kenyataannya: tetiba Lyd ngingetin “Eh Tabata tempat kita nginep udah izin sama yang punya belom ya kalo kita mau numpang”. Nyiahahahha.  Dan drama di grup pun dimulai yang disulut dengan kata “terserah” saat Lyd nanya mau berapa hari pake kapal. Meh.

Tapi sudahlah drama packing selesai. Lanjut lagi ke acara bangun tidur kuterus mandi. Ini beneran. Mandi gak pake mikir.

Bawaan, check. Duit, check. Air, check. Makanan kucing, check. Ready to go. Dunia berasa akan sempurna hari ini.

Membelah shubuh berdua Air di atas kuda besi. Namun baru 5 menit kesempurnaan pagi ini dirobek-robek dengan tutupnya penitipan motor. Bah. Rupanya si abang abang ini  butuh rehat juga di libur panjang ini. Crap! Anggaplah mereka bosan menggembala domba-domba pemakan bensin ini.

Memutar arah.

Baiklah. Gak ada waktu untuk merutuki nasib. Karena kapal di Muara Angke berangkat jam 7. Dan itu udah jam setengah 6.  Udah lama rasanya gak berlomba-lomba sama Paman Matahari. Setelah dapet penitipan motor yang buka akhirnya lanjut naik ojek ke stasiun.

Bentar.  Kalo ada yang tanya kenapa gak naek motor dan titip di stasiun? Well, iya aku masih penakut hahahahaha. Cuman baru jadi jagoan komplek menang dulu-duluan lawan kucing perumahan.

Sesampainya di mulut Stasiun Bekasi baru keingetan kalau tas Eiger kecil yang isinya pundi-pundi Paman Gober beserta handphone ketinggalan di rumah. Errrggghhhh. Ya mau gak mau putar arah lagi menuju rumah karena ongkos commuter line gak bisa dibayar pake daun apalagi rumput yang bergoyang. (Second) crap!

Tapi ini nih enaknya travelling sama Air. Dia mah anaknya gitu. Senang menertawakan kebodohan atau keteledoran. Alih-alih berlomba kesel atau nyesel karena udah ceroboh, kami milih ketawa-tawa gila di atas ojek sampe abangnya beberapa kali nengok ke kaca spion. Macam khawatir kita belaga gila biar lolos dari kewajiban bayar ojek. Kan tersangka juga kalo gak waras gak jadi divonis nyiahahhahahaha.

Di tengah ketawa, Air nyeletuk gini, “Bun, ini kesempatan si Abang dapet uang lebih banyak soalnya dia udah cari rezeki dari shubuh.” Bener juga. Ih anak siapa sih ini *benerin jilbab*. Aku jadi tau bahwa sebagian rezeki orang itu jalannya lewat kecerobohan orang lain. Yah, anggap aja ini mirip orang males buang gelas plastik di tempat sampah eh jadi rezeki pemulung. Jadi hikmahnya: buanglah sampah pada tempatnya, salurkan rezeki pada penerimanya. Mungkin ini sisi positif jadi orang yang clumsy.  *sungkem.

Dasar rezeki anak sholehah, begitu tag on kartu masuk stasiun,  eh kereta Bekasi Kota udah ganteng nungguin kami. Begitu duduk, pintu ketutup…and here we go. Bismillah.

image

Baru aja menghela napas lega, Chika wasap di grup: udah di mana, gue udah deket. Alamak, kami baru aja naik roket dari Bekasi, masih harus muterin meteor dan berjuang nembus ozonnya bumi. Lydia udah sampe Angke. Dini udah sampe halte Transjakarta Kota dan sibuk di toilet. Anak ini emang lagi jadi Duta Eek. Iya ini jorok, tapi ya gimana dia bangga dengan itu. *salam pup.

Aku jadi ikutan mules saat mereka reportase bahwa harus jalan dari luar pelabuhan serta terpaksa turun dari Bajaj karena membludaknya anak manusia yang sama-sama kangen dengan aku main aer asin.  Ugh.

Di kereta Air mulai norak. Mulai dari takjub sama gerbong wanita commuter line yang bersih dan nyaman sampe saat kosong jadi sibuk gelantungan di pegangan kereta.

image

Sarapan pagi yang sehat: narsis di kereta

image

Tolong, aku mau liburan

Syukurlah akhirnya bisa lanjut naik Bajaj tanpa negosiasi alot perkara ongkos.  Dua puluh lima ribu, deal! But then….si bajaj mogok in the middle of no where. (Third) crap! Eh tapi sejak kejadian putar balik kanan bubar jalan bawa tas yang ketinggalan, aku sama Air udah sepakat mau enjoying the day no matter what. Dan saat mogok ini, kami ketawa gila lagi. Sambil kipas-kipas duit ongkos biar abang Bajaj gak nurunin kami secara paksa.

image

Tenang, Bang. Wefie kadang bisa bikin mogok jadi jalan lagi.

Voila! Setelah mencoba starter berkali-kali dan berdoa komat-kamit, Bajaj bisa hidup lagi. Ah, thanks God. Ternyata pas kami dateng di mulut pelabuhan, para anak manusia yang tadi memadati jalanan udah mulai tobat diangkut ke kapal. Sampe Bajaj kami bisa menyusui pinggiran pelabuhan.

Beberapa kali Lyd telepon kalo aku sama Air harus bergegas masuk kapal Radja Express. Bingung di mana tu kapal merapat nanya sama beberapa ABK. Jawabannya mirip: Raja-rajaan udah jalan semua.

Merasa gak percaya akhirnya nekat lewatin kapal pencari ikan dan ya akhirnya nemu Radja Express yang emang beberapa saat lagi akan melaju. Chika melambaikan tangan dan bantu Air masuk lambung kapal. Ahhhh, untung masih sempet. Another rezeki anak sholehah cantik nan berbudi luhur ini. Maaf kalimat terakhir ini hoax.

image

image

Here we go. Pulau, tunggu kami ya. Pagi kami gak sempurna, tapi letak kesempurnaan hidup ada di sela-sela ketidaksempurnaannya, kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s