Harmonisasi Pendidikan

Harmoni.

Belakangan saya suka sekali dengan kata itu. Saat di titik terendah seorang makhluk, hal yang kental terasa adalah kita ternyata tak terpisahkan dengan semua elemen di dunia ini. Unite. Harmonis.

Dulu, saya mengenal harmoni hanya dalam perkara lelaguan. Kombinasi cantik antar-alunan alat musik, vokal, dan lirik melahirkan suasana yang harmonik. Magic!

Namun ternyata saya cepat puas. Karena pesona harmoni merangsek pada banyak sekali  sisi-sisi kehidupan. Dari yang mega sampai yang mikro. Dari yang luar biasa rumit sampai yang teramat sederhana. Intinya satu: saya takjub.

Lalu saya jatuh penasaran. Apa sih kata KBBI mengenai definisi. Ini dia cuplikannya.

harmoni:
har·mo·ni n pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian: harus ada — antara irama dan gerak;
meng·har·mo·ni·kan v membuat atau menjadikan harmoni.

See?

Harmoni ini bukan hanya perkara objek yang terlalu biasa kita kenal. Ini juga menggandeng keselarasan aksi dan gagasan. Abstrak. Tapi ya emang gitu kerasanya. Lalu, kenapa saya hari ini begitu bawel bicara tentang harmoni? Begini ceritanya.

Saya ini perempuan pemimpi. Belakangan, oleh karena saya sudah berniat mendedikasikan diri untuk amanah tercantik yang sama miliki, (kok kaya Sheila on 7: anugerah terindah yg kumiliki hihihihihi) saya jadi banyak mikir tentang manfaat yang bisa dan pengen saya beri pada pendidikan Air. Lebih luas dari itu, untuk kegiatan di kelas Air. Lebih lagi dari itu, untuk pembelajaran di Sekolah Melati Indonesia tempat Air memompa ilmu (karena menimba ilmu terasa sangat jadul, masyarakat urban mana yang masih nimba) :).

Nah, saya yang mendadak nganggur semacam mati gaya. Pasalnya, gairah meliput dan berinteraksi sama sesama Homo sapiens masih tinggi sebagai efek samping profesi yang sudah digeluti 4 tahun ini. Jadi kondisi ini kaya semacam haus liputan mowahahahaha.

Gak lama dari situ, pihak sekolah Air mengundang saya hadir di rapat pembentukan Komite Sekolah. Ini semacam barisan orangtua yang jadi jembatan antara pihak sekolah dan wali murid. Bah. Tiap ada undangan begini rasanya suka jadi ciut. Soalnya entah karena usia atau muka saya yang (ehm) kaya ABG tsaaaah….jadi suka dianggap anak bawang sama orangtua lainnya. Tapi bodo amatlah ya.

image

Singkat cerita saya merasa saat miting dengan pihak sekolah dan sesama orangtua adalah momen yang indah. Tak ada tuntut-menuntut. Apalagi saling lontar pernyataan yang tegang. Semua punya tujuan yang satu: kualitas pendidikan yang harmonis antara ortu-guru-murid. Ah, apa yang lebih indah dari itu.

Hal yang bikin saya jejingkrakan (dalam hati) adalah dibolehin wara wiri ke sekolah dan kelas mana aja buat membuat liputan kegiatan sekolah. Ahay! It’s kind of dream come true.

image

Pssst….Setelah aklamasi, saya moso didapuk jadi sekretaris Komite Sekolah. Aih….bhahahahak. Bismillaaaaaahhh. Moga amanah ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s