Akhirnya Saya Mengerti

I Love You So – Lyrics:

I pray to God
My heart, soul, and body
Every single day of my life
With every breath I solemnly promise
To try to live my life for You
O Allah! You did revive my soul
And shone Your light into my heart
So pleasing You is now my only goal
Oh I love You so
I love You so

[Reff] Now I know how it’s like
To have Your precious love in my life
Now I know how it feels
To finally be at peace inside
I wish that everybody knew
How amazing it feels to love You
I wish that everyone could see
How Your love has set me free
Set me free and made me strong

O Allah! I’m forever grateful to You
Whatever I say could never be enough
You gave me strength to overcome my uncertainties
And stand firm against all the odds
You are the One
Who did revive my soul
You shone Your light into my heart
So pleasing You is now my only goal
Oh I love You so
I love You so

Back to Reff

My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayers – all for You
My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayers – all for You
And I swear that I will never put anyone or anything before You
My love, my life, my days, my nights, my wealth, my prayers – all for You

Back to Reff

Lyrics: Maher Zain, Bara Kherigi & Bilal Hajji | Melody & Arrangement: Maher Zain | Mixing: Ronny Lahti

****

Di suatu siang yang mumet karena deadline dan beberapa urusan, Youtube saya emainkan lagu di atas. Kemudian, saya tak mampu lagi ngapa-ngapain. Saya cari liriknya, dan tenggorokan saya tercekat. Monitor terasa buram karena air mata membayangi.

Ini lagu yang…luar biasa.

Hanya pecinta yang benar-benar mabuk Ilahiah yang mampu membuat ini. Ialah Maher Zain. Dalam lagu “I Love You So” ini, saya ahirnya menemukan satu hal. Satu yang selama ini saya cari-cari maknanya.

Cinta itu membebaskan.

Saya awalnya sungguh tak memahami mengapa cinta dibilang membebaskan. Sampai ada kata-kata bijak bahwa jika mencintai jangan kau genggam erat-erat, seperti pasir dalam genggaman maka ia akan lolos di sela-sela jari. Maka bebaskanlah. Idealnya begitu. Namun mari kita lihat kenyatannya. Hubungan cinta antara dua anak manusia kadang terasa lebih liar dan tak sebijak petuah tesebut. Sebut saja perselingkuhan, pengkhianatan, lari dari tanggung jawab adalah iga di antara akibat pembebasan cinta. See, tidak sesederhana teori pasir, kan?

Kemudian saya belakangan diuji oleh banyak sekali kehilangan. Khususnya, hal-hal yang saya cintai seakan diambil oleh Allaah. Dengan tanpa jaminan hal itu akan kembali. Saya jatuh dalam kesedihan, pada malam penuh tangisan, serta lolongan rasa kehilangan. Sampai suatu siang, di tengah kemurungan, nurani seakan berbisik.

Mengapa aku bersedih? Jika Allaah adalah Maha Pengatur Terbaik. Bukankah semua hal sudah dijamin pengaturannya oleh Dia. Dan apa yang kita anggap baik, belum tentu terbaik. Ya, mengapa aku bersedih.

Mengapa aku merasa kehilangan? Jika sejatinya tak ada satu pun yang saya miliki di dunia ini.

Tetiba ketenangan melingkupi. Saat itu, saya hanya memandang langit dari jendela dan tersenyum. Saya yakin, Ia pun demikian. Lalu lagu ini datang menghampiri. Oh, rasanya bahkan saya tak sanggup menyenandungkannya sampai bait-bait terakhir.

Karena saya menemukan arti pembebasan cinta pada lagu ini. Cinta pada Ilahi. Cinta ini yang benar-benar membebaskan. Tak sedikit pun ada kecemasan karena Ia akan senantiasa mengitari tiap hela napas. Tak ada khianat yang tersembunyi karena janji dan jaminan-Nya Maha Benar. Tak kan mungkin ada pengabaian karena petunjuk dan kasih-Nya selalu ada menemani, kala saya sadar maupun khilaf.

Oh, Allaah. Engkau Maha Pencemburu. Izinkan aku kembali mencintai-Mu, melebihi apapun yang ada dalam rimba pesona dunia. Aamiin, semoga Engkau berkenan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s