Ulang Tahun di Angka Terkeren!

Air 29 tahun…

Kata Tante Rilly Rosera, ini umur yang paling keren. Ingat tuturannya ketika kamu ikut Bunda dalam proses sesi pemotretan majalah tempat Bunda bekerja, Air? Iya, 9 tahun adalah angka terbesar dan terakhir dalam masa hidup manusia yang dituliskan dalam satu digit. Ini tahun di mana setelahnya Air akan berusia dua digit. Cool! Komentarmu saat itu.

Seminggu ini rasanya panas dingin. Menantikan umurmu berganti dari angka gendut 8 menjadi 9 tak bisa Bunda abaikan begitu saja. Kamu tahu, Nak? Sembilan tahun lalu Bunda, Ayah, dan semua yang mencintai kamu menantikan kelahiranmu dengan suka cita. Cucu pertama dari Oma Opa. Anak pertama dari Ayah Bunda. Dan ternyata…menjadi sahabat terbaik pertama yang Bunda lahirkan melalui rahim ini. Ayah pun ternyata sama deg-degannya loh. Dua hari kemarin, Ayah salah tanggal. Di malam 30 Agustus ia sudah siap membangunkan Air dan ingin mengucap selamat hari lahir untukmu. Untung saja Bunda ingatkan kalau belum waktunya. Hahahhaha.

Oke, ada banyak sekali hal yang kami syukuri atas perkembangan Air selama tahun ke-8 kemarin.

Air diperbolehkan menonton berita. Sungguh sangat mengagumkan melihat banyak binar bintang di matamu saat berita baik terulas di media yang kamu lihat. Ada rasa geram yang kental ketika menyaksikan bagaimana dunia tak seramah yang sering digaungkan dalam dongeng sebelum tidur. Semua menyisakan tanya: kenapa? Mengapa? Bagaimana seharusnya? Ya, Nak. Usia 9 tahun ini Bunda dan Ayah akan melebarkan pandanganmu seluas-luasnya. Agar kau saksikan bagaimana dunia berjalan, kemanusiaan dinistakan, dan kebahagiaan menjadi barang mahal. Untuk apa? Agar kelak kau akan selaras dengan nama yang Bunda Ayah anugerahkan padamu.

Airsyifa Swahira Waseso. Keturunan Waseso, anak yang nyaman dan hangat jika diajak berbicara, menyembuhkan hati yang luka, penggembira hati yang berduka, serta bijaksana layaknya begawan agung.

Bunda dan Ayah sempat terkaget-kaget. Ingat waktu kau sibuk mencorat-coret kertas dan terlihat sedang mengonsep sesuatu saat suatu malam sebelum tidur? Air dengan semangat mempresentasikan jika ia ingin sekali menjadi peraih Nobel perdamaian. Layaknya Malala Yousafzai, katamu. Atau bagaimana ketika kamu bertanya, “Kenapa PBB nakal gak ngapa-ngapain Israel padahal banyak membunuh anak-anak Palestina?” Juga saat kau bingung dengan pemberitaan ancaman teror yang ingin menghancurkan situs ibadah umat Budha, “Itu kan tempat ibadah temen sekelas aku, ini mungkin ibu gurunya lupa ngajarin walo beda agama tetap harus sayang.”

Belum lagi saat teman sepermainanmu mengajak untuk tak menemani seorang kawan hanya karena seorang Katolik, “Ka Joshua kan baik, kenapa gak ditemenin? Walau beda agama, dia temen aku juga”.

Dan seterusnya….dan seterusnya….

Di sisi perkembangan diri, Bunda dan Ayah sungguh bersyukur ketika kamu ikut perhelatan pemilihan ketua kelas. Kamu menjadi salah satu dari 3 calon yang diusulkan. Semingguan Bunda melihat bagaimana kamu mengonsep agenda kampanye kelas. Lucu rasanya tiap sarapan menjadi semacam arena ‘rapat’. Dan voila! Kamu mendapatkan 14 suara dari 16 pemilih. Di sini kamu menang dengan sangat elegan. Bagaimana kamu menenangkan hati rivalmu yang menangis karena kalah, bagaimana kamu menjadi semangat bangun pagi karena memiliki ‘tanggung jawab’ lebih tak boleh telat sebagai ketua kelas. Lain kali, Bunda mau ah jadi tim kampanye Air lagi hihihihi.

Dan di tahun kemarin, Air masih memutuskan mengikuti semua eksstakulikuler di sekolahnya. Kamu ini senang beraktivitas ya, Nak? Katanya di kelas 2 akan memilih 2 saja. Tapi dengan teguh kamu memutuskan masih mengikuti semuanya. Kata Ms. Novi, kamu satu-satunya murid di sekolah yang ikut seluruh ekskul tanpa diminta.

Oiya, Bunda dan Ayah senang sekali di tahun ke-8 umurmu sudah menguasai dua gaya renang dengan baik. Air masa takut air, katamu. Iya, Bunda dan Ayah selalu mendoakan agar apapun yang dijalani, semua dilakukan dengan riang dan total, ya.

Sekarang umurmu sudah 9 tahun. Sholat menjadi hal yang utama dan kita usahakan bersama untuk tak terlewat, ya. Kamu juga sudah memilih untuk menikmati berpakaian yang nyaman dan pantas untuk anak seumurmu. Memakai hijab kalau sudah haid, mau menikmati dulu masa anak-anak seperti yang kumau, katamu. Baiklah, Bunda menghormati keputusanmu.

Selamat hari lahir, sayang. Mendapatkan kesempatan 9 tahun membesarkanmu adalah hal yang teramat membahagiakan. Allaah teramat baik dengan Bunda. Ia tak hanya menganugerahi Bunda seorang gadis manis, melainkan juga menurunkan sahabat yang pelukannya terhangat. Bunda selalu terenyuh saat dalam keadaan sakit atau tertekan kamu datang dan berkata, “Sinih peluk dulu biar lebih nyaman.”

Ia juga memberikan Bunda seorang guru terbaik. Iya guru, kamu gak salah baca. Siapa yang mengajari Bunda untuk gak boleh marah terlalu lama, untuk murah dalam memaafkan, untuk konsekwen dengan janji dan perkataan, untuk kasih yang tanpa pamrih. Kamu, Nak.

Tak banyak yang akan Bunda janjikan padamu. Bukan janji jadi ibu yang terbaik, maupun terhebat karena selalu ada. Bunda bahkan tak berani janji apa-apa. Bunda hanya ingin berusaha sekuat tenaga memberikan apa yang sepantasnya kau dapatkan. Karena kalau Bunda berusaha, kita akan sama-sama mengusahakan.

Namun Bunda tak akan selamanya menemani. Kelak kau akan berjalan sendirian. Di tahun ke-9 ini, semoga Bunda dan Ayah senantiasa berusaha untuk memberikan ‘bekal’ dan modal yang nanti akan kau pergunakan sendiri. Karena dalam perjalanan hidup, kau akan menitinya bersama Tuhan yang kau cintai. Tak dengan Bunda, ataupun Ayah.

Happy birthday, young lady.

NB: Psssttt, peri gigi pesan katanya moga di umurmu yang keren ini dia bisa berkunjung lagi.

With a million-billion-and much more loves,

 

Bunda yang suka ngisengin Air

Advertisements

2 thoughts on “Ulang Tahun di Angka Terkeren!

  1. bertumbuh dan semakin berkembang menjadi gadis kesayangan Ayah Bunda yaaaa… sehat selalu, berkah di sepanjang usia, dan berguna bagi sesama di sekitarmu.

    love and miss you, my dearest niece 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s