Love My Life

Mata udah ngantuk. Tapi masih mau nunggu Buntal sampe rumah. Tadinya mau nonton Criminal Minds atau sejenisnya di FoxCrime Channel. Cuman pas gegoleran di kamar setelah goodnight kiss Air di kamarnya kok malah jadi males pegang remote. Hahahaha mao bobo aja ribet sik Vei.

Bukan sik, lebih ke mmm…gimana ya. Ngerasa hari ini dijalani dengan baik aja. Boleh ya cerita.

Sahur yuk, Bunda
Hari dimulai jam setengah 4 dini hari. Setelah diceritakan di malam sebelumnya tentang bagaimana Rasulullaah mempersiapkan diri sambut Ramadhan dengan shaum selama Sya’ban, Air berkeinginan kuat untuk shaum. Jadilah aku masak di dini hari itu sambil nemenin dia sahur. Akunya malah gak puasa karena sedang berhalangan.

Ngeliat semangat Air di pagi itu jadi mood booster deh rasanya. Itulah sekali lagi. Aku suka merasa kalau Air adalah anak yang tau maunya apa. Dia semacam guru yg dengan kebaikan hatinya bikin aku lebih baik tanpa merasa digurui. Indah ya kado dari Allaah buat aku?

Adrenaline rush!
Sesampainya di kantor rasanya tubuh berubah jadi kelinci. Pasalnya kemarin gak masuk kantor untuk nemenin Buntal cek laboratorium ke rumah sakit. Jadinya kerjaan dua hari harus dikerjakan dalam sehari. Wara-wiri. Pikiran apalagi. Tapi anehnya kalo lagi diburu-buru malah lebih fokus.

Arrange narasumber, setting peminjaman produk buat pemotretan, dan reminder stylist plus fotografer buat photo shoot. Aku suka kerja dengan optimal, gitu juga gak? Rasanya kaya hidup itu ‘penuh’. Tapi aku beneran deh gak suka kata sibuk. Kesannya sok banget sik. Hihihihi.

Beberapa kebingungan akan narasumber kosong sudah terisi dengan baik. Hukum alam tentang beginian tuh serupa. Gini, pas dicari susaaaah banget. Pas nemu satu, ehhh yg lainnya datang berondongan. Mirip lah kaya jodoh. Tsaaaahhh. Bhihihihihik.

Hal yg di luar rencana adalah interview. Ini yg bikin kerjaan dua hari dirapel satu hari kemudian harus jadi lebih singset, setengah hari saja. Tapi well, tawaran wawancara dari narasumber yg sibuknya setengah mati lalu bisa di detik itu juga ya gimana bisa nolak. Ya pikir aja ada tawaran jalan-jalan ke pasar pesiar…masa iya digebah-gebah. Jadilah sore ini meluncur ke Plaza Semanggi.

Sore yg hangat
Di taksi menuju Plangi sempet nelepon Air. Dia baru pulang sekolah dan masih belum batal puasanya. Alhamdulillaaah senangnya ๐Ÿ™‚ Sempet pula arrange pemotretan buat Kamis. Well, yg ini agak gemesin sih. Soalnya menyadari ada perangkat dari struktur organisasi yg gak menjalankan perannya bikin diri ini terpaksa mengaktifkan survival mode: udahlah kerjain sendiri aja semuanya. Gak bagus tapi…emangnya punya pilihan?

Sampai di Plangi tepat waktu. Kadang suka geli sendiri. Kok ya kenapa kalo liputan rasanya gak mau banget telat. Tapi kalo dateng ke kantor boleh hahahahhaha. Perlu nggamparin diri lebih banyak mungkin. Atau yaaa, mungkin emang belum kerasa penting datang pagi-pagi ke kantor hahaha *dikeplak hrd.

Sempet makan siang di Lotteria. Lumayan enak juga sik makanannya. Murah pulak. Ah tapi bawaan laper emangnya apa yg gak enak? Kenyang sudah. Waktunya nyamperin narsum di Kinnotaki. Dan aku terjebak pada diskusi sore yg oh serunya.

Temanya tentang apa kabar sih perkembangan musik anak di Indonesia? Karina Adistiana dan Ribut Cahyono yg merupakan suami-istri pelakon utama dari gerakan Peduli Musik Anak bertutur dengan sangat asyik mengenai tema itu. Nanti ya kalau udah jadi artikelnya tak share di sini.

Rasanya sungguh bangga bisa kenal dekat dengan mereka yg masih fokus dengan musik anak. Musik anak yg benar-benar pure memuat konten ramah anak. Di tengah gurita industri musik yg makin serakah dengan uang tanpa mempedulikan esensi dari lirik dan manfaat lagu untuk perkembangan anak itu sendiri. Ya, narsum ini menggoda untuk dibudidayakan hihihihi.

Sebagai bonus, eh ketemu sama Mas Dewa. Dia semacam partner in crime Buntal pas kuliah. Selalu menyenangkan ketemu temen-temennya Buntal. Selain pinter tanpa keminter, mereka juga piawai berseloroh banyolan cerdas. Sore ini rasanya bergiziii banget.

Little meditation
Selepas maghrib memutuskan untuk pulang. Di taksi menyempatkan diri telepon Air. Mengucapkan selamat berbuka. Ah, senangnya puasa dia lancar sampai tuntas. Dia pun bangga dan bersyukur.

Di tengah perjalanan, kepala mulai pusing. Ya, mungkin karena semalam kurang tidur. Setelah minta dibangunkan di pintu tol bekasi barat oleh abang taksi, aku memutuskan untuk melakukan relaksasi dengan meditasi sejenak. Yak, earphone dipasang.

Oiya, sejak hampir 2 tahun ini, aku jatuh cinta dengan mp3 hypnotherapy dan selfhealing buatan Reza Gunawan. Itu loh pakar penyembuhan holistik suaminya Dewi Lestari. Aku download dari situsnya, free. Judulnya “Sehat, Bijaksana, Tentram, Bahagia”.

Sering kali, rekaman ini didengarkan pas sebelum tidur. Efek relaksasinya luar biasa. Bahkan saking rileksnya aku gak tau tuh ujung dari mp3 itu apaan karena udah keburu jatuh lelap. Nah, tadi aku nyoba dengerin di taksi. Efeknya serupa, tapi karena di jalan jadinya gak sampai tidur lelap.

Bonusnya aku jadi tau seluruh sesi relaksasi itu. Dan…menakjubkan.

Sebelum sampai rumah, aku meresapi sejenak. Ya, hidupku ini indah sekali. Berwarna dan begitu menyenangkan. Hambatan yg dihadapi hari ini pun rasanya cukup bisa dilewati dengan sikap terbaik. Bagian istimewanya adalah saat bisa berterima kasih sama Allaah atas apa yg disuguhkan.

Yes, i love my family, my job, and….my life.

Advertisements

2 thoughts on “Love My Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s