Kebaikan Itu Wajar Saja

Tentang Air. Ada yg menggelitik dari perjalanan berdua sama dia di Sabtu kemarin. Ceritanya kami ingin mencicipi sensasi nonton di bioskop dengan format 4DX. Kebetulan pas film anak yg ditunggu-tunggu Air yg mau diputer dengan format itu. Wah jingkrak-jingkrak pas dikasi tau.

Mmm…aku bukan mau cerita tentang itunya sih. Sensasi nonton dengan kursi bergerak-gerak semacam dipangku robot emang asyik. Belum lagi angin, bebauan, dan cahaya yg memukau bikin gak pengen filmnya cepat usai. Tapi sekali lagi, bukan itu yg mau diceritakan.

Jadi, aku memutuskan naik feeder bus transjakarta dari Bekasi menuju Grand Indonesia. Di dalam bus, Air melihat ada bungkus permen dan botol bekas air mineral di lantai. Dia kemudian meminta izin untuk membantu membuangkan. Kebetulan ada tempat sampah di dalam bus. Sekalian dia mengeluarkan bungkus permen dari sakunya yg ia tampung sementara saat belum menemukan tempat sampah. Dia pun tersenyum.

Kemudian, di mal Air menemukan tiket parkir terjatuh dari saku seorang bapak yg tampak sedang terburu-buru. Air sontak mengejar dan menyerahkan tiket tersebut. “Kasian kalau gak dikasihin, inget muka Ayah yg bingung waktu tiket parkirnya ilang,” begitu katanya. Dia kembali tersenyum. Cantik.

Sesaat setelah nonton, aku menawarkan Air minum sebelum ia kehausan dan hal-hal yg biasa dilakukan seorang ibu dalam menjaga anaknya. Air berkomentar, “Bunda mengurusi aku dengan baik ya. Nanti kalau aku udah dewasa dan ayah-bunda menua….aku jadi tau caranya merawat kalian.” Kali ini ia memilih berkedip lucu sambil memandang lewat mata jernihnya.

Saat akan pulang, ia sigap mendorong pintu kaca mal dan menyilahkan aku serta orang di belakang seraya menahan agar pintu itu tidak mengenai orang saat tertutup. Hal yg mengejutkan adalah jawaban Air ketika ditanya, “Hari ini Bunda liat Air banyak sekali melakukan kebaikan, kenapa?”

Ia pun menjawab: “Apanya yg kenapa, berbuat baik itu kan biasa aja. Hal yg wajar. Gak ada yg luar biasa”.

Ya…aku yang kemudian merasa diguyur. Kebaikan itu….wajar saja. Kamu benar, Nak.

Advertisements

2 thoughts on “Kebaikan Itu Wajar Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s