32

WWYDF32Saya barusan ketawa sendiri. Soalnya mau nulis di sini tentang angka 32 itu aja pake diem dan menghela napas panjang kaya bersiap dipancung algojo. Udah lama gak nulis di sini malah jadi awkward soalnya. Apalagi nulis tentang 32 ini. Oya, sebelumnya saya emang hampir setahun gak pernah nulis di sini. Soalnya saya lagi suka menyepi. Di antara pin-pinnya Pinterest atau post-postan tumblr. Blog, Twitter, Facebook, dan socmed semacamnya rasanya terlampau bising. Berisik. Tapi sudahlah anggap saja saya emang malas.

Jadi kenapa dengan 32?

Iya, itu umur saya sekarang sejak 19 April lalu. Kalo katanya hidup itu dimulai dari umur 30-an mungkin ada benarnya. Sejujurnya saya sebelumnya gak pernah kaya orang tua yang menarik benang merah atau menelaah sebegitunya tentang kehidupan. Tsaaah. Palingan semacam menjalani sajalah tanpa bertanya dan paling bersiap memetik makna yang memang harus saya pelajari.

Oke, 32. Kita mulai dengan apa yang sudah diraih selama 31.

Status: menikah dengan 1 anak. — belum ada perubahan dari tahun kemarin.

Pekerjaan: (masih) jadi penulis dan reporter. Sesekali editor. — ini juga sama.

Penghasilan: Lumayan lah masih bisa ada jatah buat bersenang-senang — ini err..lumayan lah ada tambahan side job.

Pertemanan: Mengurangi beberapa circle dan lebih menyukai circle kecil yang lebih solid. — dari segi jumlah menurun, tapi dari segi kedekatan bertambah.

Keimanan: Ini agak susah ngukurnya. Tapi satu hal. Saya lebih banyak berdoa dan berserah belakangan. Ini peningkatan bukan?

Bacaan: Ini yang menyenangkan karena saya memang lagi senang melarikan diri dan tenggelam dalam buku (lagi). Membaca keadaan dan drama di sosmed terlalu memuakan, mendingan baca buku. Menyehatkan hati dan otak. Oke, jumlah bacaan nambah. Tebel-tebel pula bukunya, yaiy!

Entah apa lagi.

Lalu saya mau apa di 32 ini? 

Saya memilih dengan riang menanti apa yang semesta suguhkan. Kalau boleh menarik mundur, usia 20-an adalah masa di mana saya (dan kebanyakan orang) punya segudang idealisme. Semangat menjalani dan mereka-reka masa depan yang akan dibangun. Sibuk mengkritisi dunia dengan kata “seharusnya”. Antusias meluncurkan ide-ide cemerlang dan catatan-catatan (sok) bijak yang saya bangun menjadi bangunan konsep diri.

Banyak hal dan keputusan besar yang saya ambil di usia 20-an. Menikah dengan Buntal sebelum lulus kuliah, meraih gelar sarjana sains, memutuskan melahirkan bayi cantik, mencoba bekerja dan memutuskan jalur karier yang akan dijalani sampai tua, punya rumah sendiri, dan masih banyak lagi. Semua dipilih atas dasar kesempatan yang hadir, serta tentu saja karena gambaran idealisme yang saya usung di atas kening saya dan disematkan dalam-dalam di hati. Dari semua itu saya bersyukur.

Ketia usia 30-an mulai merangsek, saya baru mikir mau ngapain ya selama kurun rentang itu. Bukan apa-apa, bagi saya usia 30-an itu bentar lagi kan 40-an. Ya iyaaa laaah 😀 Maksudnya gini, ya ampun kalo gak beneran kokoh di usia ini maka masa tua yang tak terencana dan acak-acakan jadi harga mati. Ih amit-amit deh.

Taunya Tuhan dan semesta berkoalisi menyuguhkan ujian yang gede-gede selama awal 30-an kemarin. Rasanya idealisme saya dipatah-patahkan dan saya jadi perlu mengeset banyak sekali hal. Riweuh.

Namun rupanya, Tuhan bukan mematahkan. Namun membuatnya menjadi lebih luwes dan fleksibel. Semata-mata agar saya lebih bijak (semoga begitu) dan tak jumawa dengan apa yang sudah saya pikir ideal.

Nah, sekarang saya seperti mulai dari nol lagi. Tapi saya punya bekal banyak sekali.

Tak seperti 20-an. Saya tak punya daya untuk ngoyo. Saya hanya ingin lebih bisa berserah dan lebih sabar. Itu saja.

Di usia yang ke-32 ini, saya pun mengamini semua doa baik dari orang-orang yang sangat baik ketika ulang tahun kemarin. Semoga Tuhan berkenan mewujudkannya. Dan semoga kebaikan mendoakannya menjadi berkah buat mereka.

Happy birthday, me.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s