Pembalut dalam Angkot

Shut_Your_Mouth1“Iiiih, ada pembalut bekas di pojokan!” teriak teman kantor sambil menunjuk-nunjuk sesuatu di kolong dudukan angkot yang kami tumpangi.

Sontak semua penumpang–saya, dua teman saya, dan 3 orang ibu-ibu–langsung mencari-cari ‘ranjau’ yang dimaksud. Dan ya, memang ada pembalut yang terlentang dengan pasrahnya di bawah kursi seorang ibu. Refleks, si ibu pun pindah ke tempat lain, seakan pembalut itu bisa tiba-tiba melompat ke atas pangkuannya.

Jijik memang. Pembalut itu masih lengkap dengan darah di atasnya. Saya juga nyaris tidak percaya. Sebutlah bungkus minuman, kulit duku, bahkan muntah sekalipun masih wajar ‘menghiasi’ wujud interior angkot. Tapi ini…. mmm….ya, begitulah.

Setelah fase ebujut-dah-kaget-banget-gue selesai, seantero angkot kini sibuk berceloteh mengenai ‘gimana bisa tuh pembalut nangkring dengan manisnya di pojokan.

Ibu 1: Mungkin ada mba-mba lagi haid. Celana dalemnya longgar dan perekat pembalutnya gak kuat. Pas dia turun eeehh copot deh gak sadar. *dia pun ngakak sendiri*

Ibu 2: Orang gila ini mesti! Gila! Ngantongin pembalut bekas pake trus gak dicuci. Ditaro di angkot pas lagi sepi. Udah gila perempuan sekarang! *berapi2, dan kata gila entah berapa kali dia sebut*

Temen: Eh tapi, bisa aja semalem ada perkosaan di sini. Ya, pemerkosa kan gak mau tau perempuannya lagi haid apa nggak. Yang penting dia puas. Apalagi kan lagi marak perkosaan di angkot. *ibu-ibu pun bergidik*

Temen 2: Bisa aja sih. Tapi berapa sering sih perkosaan di angkot. Maap-maap nih ya. Bang sopir, ni angkot semalem sapa yang narik? Yaaa, namanya juga orang. Daripada di kebon yang becek dan dingin, bisa jadi ada pasangan gila ‘anu-menganu’ di sini. Ya karena sama-sama keburu nafsu, ampe lupa buang pembalutnya.

Dan…terus…terus…terus. Masing-masing seperti menunjukkan kepiawaiannya berimajinasi. Bisa jadi kalo ada lomba “1001 Ide Asal Pembalut di Angkot” maka tim angkot hore ini bakal juara. πŸ˜›

Pembicaraan pun menghangat dengan saling dukung menghujat pasangan yang having sex di angkot hanya karena “kebelet”. Atau pun yang seribu kali yakin pelaku hal tersebut pasangan tidak sah. Ujung-ujungnya? Ya, pembalut itu tetap di tempatnya. Mendengarkan dan diam dengan segala misterinya. Hahahahhaha…

Komentar itu wajar sih. Namanya juga orang ya. Hal yang menjadi berbahaya adalah jika komentar itu disponsori oleh asumsi pribadi. Mirip seperti asumsi para angkoters dalam insiden “pembalut tak bertuan” *bukan tuan ya, kan yang pake perempuan, aih dibahas*.

Bukankah asumsi itu di-drive oleh knowledge, pengalaman, dan masa lalu? Asumsi yang diyakini secara buta tanpa kemampuan dan keinginan mengonfirmasi ini yang agak mengkhawatirkan.

Layaknya riset ilmiah. Asumsi itu mirip hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini kelak akan membangun sebuah fakta kesimpulan. Tapi gak semerta-merta prosesnya. Butuh pembuktian serta pengujian dengan beragam data dan percobaan. Ini proses mengonfirmasi.

Ya, walau manusia diciptakan dengan akal sehingga memiliki rasa penasaran dan kemampuan mengomentari dengan membuat asumsi pribadi. Jadi ya berasumsi bukan jadi hal haram lah ya. Ya itu tadi, asal gak terjebak dalam asumsi buta.Β Emang, dalam kenyataannya gak setiap asumsi bisa dikonfirmasi. Somehow, ada kondisi di mana pengujian dan pembuktian

Namun, manusia juga punya hati, yang jika bersih bisa jadi mampu memilah. Mana yang perlu jadi concern atau tidak. Mana yang perlu jadi perhatian untuk dipelajari atau dikomentari lalu terbakar emosi sendiri. Hebatnya, masih ada juga yang memilih sebuah isu jadi concern kemudian diikuti aksi nyata yang lebih memberi perubahan.

Karena pada akhirnya, komentar-komentar tentang “asal-muasal” pembalut tadi pun gak jadi apa-apa karena situasi gak jadi berubah, pembalut juga gak ada yang berani buang hahahaha.

Begitulah. So, jangan buang pembalut sembarangan ya *ini apaaa* πŸ˜€

Advertisements

8 thoughts on “Pembalut dalam Angkot

    • First of all, thanks a lot udah nagih aku posting hari ini. Belakangan cuman blog walking-buka tab new post-tutup lagi. Dan telor pecah sudah dengan kiriman hari ini. Makasih Jeng Yuyuk *ketjup*.

      Nah, kaget yang sama dialamin ama aku juga πŸ˜› Makanya tuh abang pas ditanya “semalem angkot ini siapa yg narik” dia milih gak jawab. Stres kayaknya mikirin buang tuh barang wkwkwkwk….

    • Iyah, nature manusia emang kepo ya πŸ˜€ Asal jangan jadi masalah aja ujung-ujungnya. Ada ya orang yang hobi berasumsi sampe kaya lagi muntah, keluar dengan mudah, lancar, dan cepat. Padahal nggak ada sekolahnya. Kalo tiap asumsi dijadiin rupiah, kita semua udah kaya kali bhihihik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s