Membaca Orang-orang

Tempo hari saya dan Buntal menghabiskan waktu berdua nonton HBO. Film yang disajikan adalah film Johnny English: Reborn. Ada yang pernah nonton gak? Pemeran utamanya si English ini dimaenin sama yang jadi Mister Bean. Bedanya di sini dia jadi agen rahasia. Tapi ya namanya juga dia ya, tetep aja genrenya komedi. Komedi sepi dengan lucu yang elegan, kalok menurut saya yang amatir ini. Cuman saya gak pengen bahas filmnya sih.

Jadi mau ngomong apa, Vei?

Ada satu tokoh yang menarik perhatian saya. Dia adalah Kate Summer, seorang behaviour psychologist. Dalam film itu, dia ceritanya bisa “membaca” karakter ataupun kepribadian orang melalui gerak-gerik simpel. Seperti misalnya, kalo orang keliatan suka sama lawan bicaranya maka pupilnya akan membesar. Itu contoh kecil sih, lainnya banyak dan bikin amaze.

Gak tau ya, saya suka amaze sama orang yang pintar “menelanjangi” lawan bicaranya tanpa merasa terintimidasi. Bahkan tanpa diketahui sama yang dibaca. Ngehe emang ya jagonya hahhaha. Beda sama orang yang emang punya gift bisa membaca pikiran. Itu kan gak perlu belajar, tetiba aja bisa. Kalau behavior psychologist ya hasil belajar dan praktik beratus-ratus orang.

Terlebih saya punya hobi mengamati gerak-gerik penumpang di angkutan umum yang saya tumpangi. Bukan, bukan niat mau nyopet 😀 tapi suka wondering mereka ini seperti apa sih aslinya. Itulah kenapa saya sering memberitakan selayang pandang di Twitter. Entah misalnya pengamen yang nyentrik, mba-mba yang ngiler kalo bobo, atau mas-mas ganteng wangi yang memesona. Kalo yang terakhir mah saya genit aja sik *grin*.

Kaya dua hari yang lalu waktu saya naik angkot ada seorang mba bermuka pucat dan panik sedang sibuk mengubrek-ubrek semua isi tasnya. Ya mukena, ya celana dalem, ya catetan apalah itu belerakan di lantai angkot. Dia baru aja dicopet. Kasian sih karena si mba merupakan pendatang dari seberang Jawa. Akhirnya semua penumpang urunan uang, setidaknya dia bisa sampe di tempat tujuannya di Jakarta. Dan saya di sela-sela kepanikan si mba masih aja gitu sempet mengira-ngira dia anak ke berapa, mau apa ke Jakarta, dia bohong apa nggak, dan lain-lain. Hhihihihi, ya maaappp kakaaa…

Lalu, saya nyambung lagi naik angkot yang lainnya. Di saat sibuk merogoh-rogoh recehan buat ongkos, tetiba ada seorang bule nenek-nenek pake baju kutung bergambar logo bir binang segede gambreng yang dipadukan dengan celana pendek banget plus sneakers. Wow…. Kemudian otomatis saya (sok-sokan) lagi membaca si nenek.

Turun dari angkot saya nyeberang nih ceritanya. Di depan sebuah rumah ada mas-mas lagi bukain gerbang karena mobil entah punya siapa mau keluar dari rumah itu. Gak ada yang aneh, awalnya. Mas itu ngegemblok tas item di depan. Setelah diliat lebih saksama, ternyata itu bukan tas sodara-sodara! “Tas” itu berbulu lebat…berkepala…bermulut…dan…hidup. Yak, simpanse! Tau lah ya selanjutnya gimana. Pilihannya:

a. “Membaca” si mas-mas

b. Masuk ke dalam mobil itu, kemudian pingsan

c. Nyuci kolor mas-mas

Etapi saya mah gak bisa sih baca kelakuan orang. Jadi gak usah parno ya kalo suatu saat ketemuan sama saya. Tapi plis…jangan bawa simpanse! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s