Not Ready Yet

Sekembalinya di rumah ini seperti merasakan banyak debu yang bertebaran di sana-sini. Ya, sudah lama sekali saya alfa menyambanginya. Bukan, bukan karena tak ingin namun saya baru saja berjibaku dengan badai.

Rumah ini bagi saya bukan sekadar blog. Melainkan gua virtual yang menghubungkan saya dengan sebuah pondokan yang berada di pinggir danau yang sejuk dan sunyi. Di sini, biasanya saya merasa ringan untuk berceloteh, berbagi rasa, dan…apapun.

Namun, belakangan saya sedang disergap badai. Yang gegap gempita memporakporandakan banyak hal yang sejatinya kukuh berdiri. Namun badai selalu menyisakan pelangi. Seperti setiap hal perlu regenerasi, boleh jadi badai ini adalah regenerasi jiwa dan pikiran saya. Anggap saja saya dulu itu pohon rindang, kemudian tersapu lahar vulkanik, hangus, namun akarnya bertahan. Kemudian tumbuh kembali dipupuki waktu.

Jadi, kemudian saya mengizinkan diri ini untuk sejenak menyiapkan diri agar bisa kembali menorehkan nyanyian kata di rumah ini kembali. Doakan saja, siapa tahu langkah kecil saya menulis sekarang ini bisa menjadi genggaman tangan yang menggamit saya asyik ‘menarikan’ buah pikiran di pondokan ini. Bisa jadi esok, nanti malam, atau….entah.

Advertisements

4 thoughts on “Not Ready Yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s