Resolusi di Akhir Zaman

2012

2012

Yaah telat sekian menit. Tadinya, di 2012 ini saya ingin bisa posting di blog tiap hari. Tapi ini keburu masuk tanggal 2 Januari. Padahal niatnya pengen nulis di hari pertama tahun ini. Gapapa, ya? *bah, siapa jugaaaa yang akan proteesss* bhihihik.

Bisa dibilang, kata yang pamornya naik di tiap pergantian tahun adalah “resolusi”. Nah, bicara tentang si seleb ini, ada yang berbeda di awal tahun 2012. Saya tetiba hilang “nafsu makan” untuk membuat serenceng resolusi. Ada sebuah hal yang mengerem tiap niatan dalam membuatnya.

Pangkal dari semua ini adalah sohbet-sohbet dari Mawlana Syaikh Nazim, guru sufi saya. Dari beberapa tahun belakangan beliau mengajarkan para muridnya untuk bersiap. Karena sekarang sudah akhir zaman.

Ya, saya percaya hal itu. Sudah banyak dan sudah kiAn jelas tanda-tandanya. Saya merasakan bahwa kemungkinan saya bisa hidup dan merayakan tahun baru 2013 sangat kecil.

Pesimis? Silahkan bilang apa saja. Namun saya lebih senang membingkainya dengan “bersiap”.

Untuk itulah resolusi semacam ingin naik jabatan, naik gaji, punya mobil, beli rumah, dan yang sejenis jadi tak lagi menarik perhatian. Sungguh.

Di tahun ini, saya ingin menjadikan segala segi hidup saya sebagai ibadah. Saya ingin memanfaatkan kesempatan yang ada untuk beraktivitas dan melakukan apa saja agar Allaah tersenyum melihatnya.

Saya ingin lebih banyak menyebut nama kekasih-Nya dalam hati, mencintainya sepenuh hati. Agar kelak Rasulullaah menyebut nama saya dan keluarga kala membagikan syafaatnya.

Saya ingin menunaikan kewajiban sekuat tenaga, menunaikan hak sebaik-baiknya, melunasi utang, dan menepati janji yang pernah terucap.

Saya ingin menghadapi kematian dan akhir dari dunia dengan hati penuh cinta Ilahiah. Agar hati tak takut dengan hilangnya ruh atas jasad. Agar kematian hanyalah pembuka atas pertemuan dua zat yang saling mencintai. Rabb dan hamba-Nya. Istri dan suaminya yang mencintai karena Allaah. Dan anak dengan kedua orang tuanya yang saling menghormati karena Sang Maha.

Jika saya dan keluarga masih diizinkan menyaksikan pendar-pendar kembang api di dunia ini pada pergantian tahun 2013… mungkin itu namanya keberuntungan… dan juga… takdir.

Semoga saja…

Advertisements

2 thoughts on “Resolusi di Akhir Zaman

  1. Subhanallah.. sungguh saya pun merasakan hal itu, mungkin umur hamba juga tidak lama.
    Sedih memang meninggalkan orang-orang yang kita cintai untuk selama-lamanya.
    Tetapi Allah sudah menakdirkan hal itu bahkan pasti.
    Semoga kita semua diberikan kebaikan selalu dan dipertemukan kembali dengan keluarga kita kelak di akhirat. Amin..

  2. Eh, sama bun.
    Tahun ini resolusiku lebih ke perbaikan diri & ibadah.
    Perbanyak kumpul & bahagiakan keluarga.
    Siapa tahu benar, usia kita tak sampai akhir tahun ini :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s