Saat Alasan Tak Jadi Komponen Cinta

Jika saat ini Anda ditanya: Mengapa Anda mencintainya*?

*Objek yg dicinta bebas. Bisa berbentuk barang, hobi, orang, atau Tuhan. Lalu apa jawaban Anda?

Tak mungkin dipungkiri hal awal yang menjadikan kita mencintai sesuatu adalah karena rasa suka atau sebuah keharusan mencinta. Mari kita lepaskan jenis alasan cinta yang kedua.

Cinta yang diawali rasa suka/kagum/penasaran akan mengawali perjalanannya dengan sebuah agenda. Sebuah perjalanan mencari alasan yang menguatkan pertumbuhan cinta. Apakah alasan itu kuat sehingga cinta layak diperjuangkan atau tidak. Apakah alasan itu logis agar tak terjebak dalam ‘lubang hitam’ cinta buta.

Lalu semakin kenal cinta, ujian yang menggoyahkan datang bertubi-tubi. Jatuh bangun meyakinkan diri bahwa cinta ini worth it untuk teguh dipeluk.

Sampai pada suatu masa, ketika terkumpul lebih dari 1001 alasan, datanglah sebuah keajaiban.

Bahwa alasan mencintainya karena aku hidup untuk mencintainya. Ya, karena ingin mencintainya. Just it.

Jawabannya ternyata ada dalam pertanyaannya itu sendiri.

atau…

Pertanyaan dan jawaban ada dalam satu kalimat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s