Sebuah Percakapan Ranjang

Kutipan sebuah percapakan ranjang setelah 5 tahun pernikahan kami:
Gue: Bun, hal apa yang menjadikan kamu memutuskan untuk mau menikahi aku? *sambil meluk guling, menatap serius , dan harap-harap cemas.


Buntal: Kekeke…kamu dah nanya itu 76.789.986 kali, Bunda *sambil mulai meraih gadgetnya


Gue: Ini serius, Bun. Iya sih emang dah sering, tapi rasanya aku gak berasa jelas dengan jawaban kamu *agak manyun tapi tetep cantik seraya menceraikan Buntal dengan gadgetnya


Buntal: Kamu tau gak kenapa kamu selalu menanyakan itu?


Gue: Ya itu tadi, karena gak jelas…


Buntal: Bukan, karena jawabanku gak bisa membuat egomu puas. Pastnya kamu berhadap aku menjawab dengan uraian kelebihan dan betapa bla bla bla nya kamu. Nggak sayang, jika aku melakukan itu artinya aku memuaskan egomu. Itu sama aja aku menjerumuskan kamu dalam kegelapan. Kegelapan akan ke”aku”an yang dirajai ego.

Sungguh, jawabannya membuatku tertegun, tertunduk, lalu memeluknya.
Terima kasih Tuhan, telah menyadarkanku bahwa musuh terbesarku bukan saja syetan…tapi egoku sendiri. Dan aku lebih berterima kasih karena Kau menyandingkanku dengan panglima yang menyelamatkanku dari jilatan egoku sendiri…
Buntal, semoga kita masih bisa bersua, bercanda, dan bercengkarama di syurga-Nya…

Advertisements

2 thoughts on “Sebuah Percakapan Ranjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s